Bugatti Rilis Chiron Super Sport Edisi Imlek, Pakai Bahan Karbon Merah

JAKARTA Edison Avenue – Bugatti meluncurkan model supercar Chiron Supersport dengan Dragon Edition khusus Tahun Baru Imlek. Bagian luar Shillong Naga Mera dibalut serat karbon berwarna merah sehingga terlihat cantik dan memancarkan nuansa mewah.

Hari ini, Minggu 4 Februari 2024, halaman Carscoops akan diluncurkan. Bahan karbon berwarna merah ini mengeluarkan warna yang sangat cerah jika terkena cahaya. Sebaliknya, semakin gelap warnanya, warnanya semakin condong ke arah merah marun.

Nocturne menampilkan bodi serat karbon merah dengan garis-garis hitam. Peleknya berwarna hitam, kaliper remnya berwarna merah, dan panel atapnya dari model Sky View.

Interiornya biasa saja, dengan jok kulit putih di jok, panel pintu, pilar, dan terowongan transmisi. Sedangkan sisa panel pintu dan tulang belakang tengah terbuat dari serat karbon dengan finishing satin.

Aksen merah terdapat di beberapa area, antara lain kaca spion tengah, jahitan jok, dan lettering di sisi terowongan tengah.

Soal mesin, Chiron Super Sport Naga Mera tetap menggunakan mesin W16 8.0 liter quad-turbocharged. Konfigurasi mesin ini menghasilkan output maksimal 1.578 tenaga kuda.

Dicky Kurniawan | Menyendok mobil

Pilihan Editor: Bugatti menghabiskan 700 jam mengecat mobilnya

Ingin berdiskusi dengan redaksi kami mengenai artikel di atas? Bergabunglah dengan member.Edison Avenue/komunitas dan pilih grup GoOto

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting dalam budaya Tiongkok. Kue keranjang adalah kue terlaris kami. Baca selengkapnya

Sebuah mobil self-driving atau tanpa pengemudi dibakar massa saat perayaan Tahun Baru Imlek di San Francisco, AS. Baca selengkapnya

Fushu mengalami peningkatan jumlah penumpang sebesar 35% selama liburan Isra Miklai dan Tahun Baru Imlek dibandingkan minggu sebelumnya. Baca selengkapnya

Cap Go Me dikenal juga dengan upacara parade dimana Topekong Jolie dibawa keluar kuil. Baca selengkapnya

Menteri Sandiaga mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendapat manfaat selama libur panjang Isla Mirage dan Tahun Baru Imlek. Baca selengkapnya

9.000 pengunjung mengunjungi Desa Pengripuran di Kabupaten Ban, Bali selama libur panjang Mirage Islam dan Tahun Baru Imlek pada tanggal 8 hingga 11 Februari 2024. Silakan baca teks lengkapnya.

Presiden Jokowi ingin bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, namun bungkam. Baca selengkapnya

Pada masa Kap Go Mei, tradisi Tatung seperti halnya atraksi Debas dibawa oleh orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Baca selengkapnya

Barongsai identik dengan Tahun Baru Imlek dan Tahun Baru Imlek. Berikut beberapa fakta unik tentang barongsai. Baca selengkapnya

Sekitar 61.000 kendaraan melintasi Tol Trans Sumatera ruas Terbangi Besar-Pematan Phangan-Kaywagun atau Terpekai. Baca selengkapnya

Sandra Dewi Bagi-Bagi Angpao untuk Anak, Netizen Penasaran Isinya

JAKARTA – Sandra Davy merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarganya. Artis cantik itu juga mengunggah video keseruannya saat makan dan merayakan Tahun Baru Imlek.

Usai dipertemukan kembali dengan keluarga besarnya, Sandra David dan suaminya Harvey Moyes membagikan amplop merah kepada kedua putra mereka, Raphael dan Michael Moyes, sesuai dengan tradisi Tahun Baru Imlek.

Sandra Davey menceritakan momen penyerahan bingkisan berwarna merah kepada kedua anaknya melalui unggahan Instagram.

Kedua anaknya terlihat menunggu untuk menerima paket berwarna merah. Mikhail berdiri di hadapan Sandra David, sedangkan putra sulungnya Rafael berdiri di hadapan ayahnya.

Namun kedua anak Sandra David terlihat sangat memberontak dan tidak mau menerima amplop merah tersebut. Sandra David dan suaminya tampak sibuk mengatur kedua putranya untuk menyambut dan menerima amplop merah.

“Melawan Gongshifakai bersama anak-anak,” tulis Sandra Dewi, Minggu (11/2/2024), merujuk pada unggahan Instagram pribadinya @sandradewi88.

Selain tersinggung dengan kelakuan anak Sandra Davey, netizen juga memenuhi kotak komentar dengan tulisan “Gong Xi Fa Cai”. Belakangan, netizen pun mulai bertanya-tanya tentang isi amplop merah kedua putra Sandra Devi tersebut.

Mereka memperkirakan amplop yang tampak tipis ini pasti berisi cek yang sangat berharga.

“Akhirnya. Gong

@mg*** menulis: “Kalau cek Sandra untuk anak-anaknya, cek amplop merahnya masing-masing 2 juta.”

@sye*** menulis: “Penasaran dengan isinya.”

Imlek adalah Tahun Baru Cina, Kenali Sejarah dan Makna Perayaannya

Edison Avenue, Jakarta Imlek atau dikenal juga dengan sebutan Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terbesar dan terpenting dalam budaya Tionghoa. Tahun Baru Imlek didasarkan pada kalender lunar, dan dirayakan oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Selain sebagai ajang merayakan Tahun Baru, perayaan Imlek juga sarat dengan simbol-simbol kuno dan ritual yang penuh makna.

Sejarah perayaan Tahun Baru Imlek sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Menurut legenda, perayaan Tahun Baru Imlek diawali dengan ritual membersihkan rumah dan memasang lampion merah sebagai pengingat upaya mengusir setan Nian yang menyerang manusia setiap tahunnya. Sejak saat itu, perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen untuk mengusir kejahatan dan menyambut kebahagiaan baru.

Perayaan Imlek mempunyai makna yang sangat mendalam. Selain sebagai ajang berkumpul bersama keluarga dan sahabat, perayaan Imlek juga menjadi ajang pemberian bingkisan atau sembako kepada fakir miskin, serta memberikan persembahan kepada leluhur.

Selain itu, perayaan Imlek juga sarat dengan berbagai tradisi seperti menyiapkan hidangan tradisional Imlek, menyalakan kembang api, serta merayakannya dengan tarian dan musik tradisional. Di antara semua hari raya, perayaan Tahun Baru Imlek merupakan ekspresi keberagaman dan kekayaan budaya Tionghoa yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Berikut rangkuman Tahun Baru Imlek Jumat (9/2/2024) Edison Avenue dari berbagai sumber.

Tahun Baru Imlek merupakan peristiwa penting dalam budaya Tionghoa yang dirayakan setiap tahun. Pada tahun 2024, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan selama 15 hari terhitung sejak Tahun Baru Imlek hingga Hari Raya Yuan Xiao atau Cape Go Meh.

Saat perayaan Tahun Baru Imlek, keluarga dan teman berkumpul untuk merayakan dengan adat istiadat, seperti memberi angpau, mengucapkan selamat tahun baru, dan menyantap makanan baru Tionghoa seperti lumpia dan kue keranjang. Selain itu, dekorasi rumah juga menjadi bagian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek, dengan barang berwarna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek merupakan festival yang tidak hanya sekedar merayakan tahun baru, namun juga menjadi momen untuk menghormati leluhur dan meningkatkan hubungan antar keluarga. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang juga merupakan waktu untuk memberikan ucapan dan harapan di Tahun Baru.

Tahun ini, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari 2024, dan merupakan waktu untuk merayakan tradisi serta mempererat hubungan antara keluarga dan teman.

Tahun Baru Imlek dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kata Tahun Baru Imlek merupakan kata sehari-hari Hokkien yang berasal dari kata yin yang berarti “kalender lunar” atau kalender lunar. Tradisi Imlek juga dipengaruhi oleh budaya dan cerita rakyat Tionghoa, seperti upacara bersih-bersih rumah, pemberian angpao (amplop merah berisi uang) dan menyantap makanan khusus seperti lumpia.

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek merupakan perayaan yang sering ditandai dengan barongsai, parade, dan dekorasi berwarna merah yang melambangkan keberuntungan. Masyarakat Tionghoa berdoa dan memberikan persembahan untuk memohon berkah dan kemakmuran di Tahun Baru.

Selain perayaan keagamaan, Tahun Baru Imlek juga menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Secara umum, Tahun Baru Imlek melambangkan persatuan internasional dan keharmonisan keberagaman di Indonesia.

Tahun Baru Imlek adalah salah satu perayaan terpenting dalam budaya Tiongkok. Sejarah Tahun Baru Imlek dimulai ribuan tahun yang lalu, ketika legenda menceritakan kehadiran seekor binatang buas bernama Nian yang datang untuk memburu manusia dan hewan di malam tahun baru. Untuk mengusir Nian, penduduk desa mengenakan petasan berwarna merah dan mudah meledak serta menaruh makanan di luar rumah mereka.

Tradisi ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru tahunan. Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek juga dikaitkan dengan adat istiadat dan kepercayaan Tiongkok kuno yang telah berkembang selama berabad-abad.

Selain itu, Tahun Baru Imlek merupakan momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, membersihkan rumah dari rejeki lama, dan menyambut rejeki baru. Tahun Baru Imlek sendiri dirayakan selama 15 hari, mulai dari malam tahun baru hingga Festival Lampion, dimana keluarga dan teman berkumpul untuk melihat indahnya lampion. Dengan nilai-nilai kekeluargaan, keberuntungan dan budaya yang kaya, merayakan Tahun Baru Imlek adalah bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa.

Sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesia dimulai pada abad ke-15 ketika para pedagang Tionghoa berimigrasi dan mulai membawa budaya Tahun Baru Imlek ke pulau tersebut. Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek, dirayakan berdasarkan kalender lunar, jatuh pada bulan Januari atau Februari.

Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek sudah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa di Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti angpao (amplop merah berisi uang), memasang lampion, memasak makanan khas seperti lumpia dan mie, bahkan ada yang merayakannya dengan barongsai dan barongsai. tarian

Kini Tahun Baru Imlek telah menjadi perayaan nasional yang semarak dan disambut dengan gembira tidak hanya oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia. Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia juga menjadi ajang untuk mempromosikan budaya Tionghoa yang kaya dan penuh warna. Semakin banyak masyarakat Indonesia yang merayakan Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Tahun Baru Imlek merupakan peristiwa penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan Imlek bukan sekadar merayakan tahun baru, namun memiliki makna filosofis dan tradisional yang mendalam.

Perayaan Tahun Baru Imlek dimaksudkan untuk melambangkan kesempurnaan dan keberuntungan. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa festival ini adalah saat yang tepat untuk membersihkan rumah dari energi negatif dan membuka lembaran baru dalam hidup. Selain itu, perayaan Imlek merupakan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan kebersamaan.

Saat perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa melakukan berbagai ritual adat seperti memberikan angpao, meledakkan petasan, dan menyantap makanan khas seperti lumpia dan kue keranjang. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan dapat membawa keberuntungan dan kemakmuran di tahun baru.

Dengan makna mendalam dan pesan-pesan positifnya, perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen kebahagiaan bagi masyarakat Tionghoa, namun juga menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk selalu menjaga keharmonisan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.